TUGAS MATA KULIAH RANGKAIAN DIGITAL — DECADE COUNTER UP WITH PHOTO DIODA







BAB I

PENDAHULUAN

A.   UMUM

Pengertian Dasar Apakah yang dimaksud dengan “digital”?. Suatu pertanyaan yang logis dari para pembaca yang ingin mengetahui atau mempelajari pengetahuan tentang Teknik Digital. Untuk menjawab pertanyaan diatas akan lebih mudah dipahami kalau kita ulas tentang perbedaan antara besaran analog dengan besaran digital. Sebagai gambaran sementara kita dapat melihat jam sebagai alat ukur waktu dimana tampilannya ditentukan oleh jarum penunjuk yang gerakannya selalu berubah secara kontinyu, jam seperti ini dapat disebut jam analog. Disisi lain kita juga melihat jam yang tampilannya berupa angka-angka, hal seperti ini dapat dikatakan jam digital.



Langsung saja ya….^^Buat yang mau download…silakan klik link-link dibawah ini…






Cover

Kata Pengantar

DAFTAR ISI

BAB I

BAB II

BAB III

BAB IV

Materi dasar

Makalah Aliran Sesat

Negara Indonesia menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sesuai dengan keyakinan. (Pasal 29 ayat 2).
Diantara banyaknya agama di Indonesia, islam seringkali menjadi sasaran empuk pelecehan dan penghinaan oleh agama ataupun aliran lain. Sehingga banyak yang menganggap bahwa islam sebagai agama yang dianut umat yang mayoritas telah berbuat semena-mena dan tidak berlaku adil terhadap kelompok minoritas.





Buat yang mau download, silakan klik link dibawah ini :



Noted : Mohon maaf hanya ada file ppt nya saja. Karena tugas ini bukan tugas kelompok saya.

IMPLEMENTASI PROSES PEMBAYARAN HUTANG USAHA MENGGUNAKAN ZAHIR 5.1 PADA PT. XITUZ MEDIA JAKARTA

TUGAS AKHIR D3 KOMPUTER AKUNTANSI
BINA SARANA INFORMATIKA

OUTLET : APLIKASI PROGRAM AKUNTANSI

Hm, sebenernya waktu TA pengennya bikin program aplikasinya yang berbasis web, karena dosen sama adm susah banget dihubungin, sedangkan waktu itu lagi semangat 45 buat ngerjain TA, ya udah, jadinya sotoi dech…alias sok tau. Pas daftar TA lewat web BSI, aku pilih aja outlet aplikasi program akuntansi…abiss ada kata-kata programnya. Ternyata…udah 30% penggarapan TA, TA yang aku buat salah…waktu itu niatnya mau buat Sistem Invoicing Berbasis Web. Ternyata ga boleh…harus sesuai outlet yang diambil. Karena outlet ku aplikasi program akuntansi. Maka TA ku hanya boleh seputar Zahir, Myob, Accurate, ataupun program-program akuntansi lainnya. Ibaratnya kaya kita buat buku panduan penggunaannya…tapi harus diimplementasikan dalam sebuah perusahaan. Alias data-data yang dipakai harus real. Hohohoho….ga masalah kalau begitu…walau harus buat ulang, ternyata TA ku malah jadi gampang…Alhamdulilah…kantor pake Zahir,jadi aku ga terlalu susah buatnya, dan alhamdulilah lagi, nilai tugas akhirku 8.8 alias dapet grade A…Sekali lagi…alhamdulilah…:)

Untuk Outlet APLIKASI PROGRAM AKUNTANSI, hanya terdiri dari 3 bab saja, pendahuluan, isi, dan penutup saja. Berikut saya copy pastekan dari daftar isi yang sudah saya buat, :)

Lembar Judul Tugas Akhir
Lembar Pernyataan Keaslian Tugas Akhir
Lembar Pernyataan dan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah
Lembar Persetujuan dan Pengesahan Tugas Akhir
Lembar Penguji Tugas Akhir
Lembar Konsultasi Tugas Akhir

Kata Pengantar
Abstraksi
Daftar isi
Daftar Tabel
Daftar Lampiran

BAB I       PENDAHULUAN
                  1.1.   Latar Belakang
                  1.2.   Maksud dan Tujuan
                  1.3.   Metode Penelitian                 
                  1.4.   Ruang Lingkup
BAB II      PEMBAHASAN
2.1.      Landasan Teori
2.1.1. Teori Akuntansi
2.1.2. Teori Sistem Informasi Akuntansi
2.1.3. Teori Kewajiban Lancar
2.1.4. Teori Zahir Accounting
                           1. Produk dan Harga Zahir Accounting
                  2.1.5. Instalasi dan Registrasi Zahir Accounting
                           1. Instalasi Zahir 5.1
                           2. Menjalankan Program Zahir
                           3. Registrasi Zahir Accounting
                  2.1.6. Pengenalan Antar Muka (Menu Utama)
                           1. Menu Utama
                           2. Menu Pembelian
                  2.1.7. Input Master Data Perusahaan
                           1. Membuat dan Membuka Data Zahir
                           2. Memasukkan Saldo Awal
                           2. Melihat Daftar Hutang Usaha
                           3. Melakukan Pembayaran Hutang Usaha
                           4. Pengembalian Kelebihan Pembayaran
                           5. Verifikasi Penghapusan Hutang Usaha
                           6. Faktur Pembayaran Hutang Usaha
2.2.      Analisa Implementasi Zahir
2.2.1. Tinjauan Kasus
2.2.2. Spesifikasi Dokumen
          1. Dokumen Bentuk Masukan
2. Dokumen Bentuk Keluaran
BAB III    PENUTUP
3.1.      Kesimpulan
3.2.      Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
SURAT KETERANGAN RISET
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Nah…buat yang mau download tugas akhirku…monggo…

Cover

BAB 1

BAB 2

BAB 3

Lampiran

Presentasi Tugas Akhir

Semoga bermanfaat…:)

Pedoman Pembuatan KKP (Kuliah Kerja Praktek) BSI

Wew…saya sudah lulus…baru bikin tulisan tentang kkp…heheh, gpp lah…tidak ada kata terlambat…hahahah^^

Moga-moga sih panduannya tetap sama ya guys…ini panduan pas saya buat KKP semester 5, berarti tahun 2010 akhir…^^

Okay…semoga bermanfaat.

Pedoman Penyusunan KKP BSI

Etika Profesi – Pertemuan 3 – Profesionalisme Kerja (Slide+Soal Latihan)

Manusia dan Kebutuhannya, Abdulkadir Muhammad (2001) mengklasifikasikan kebutuhan
manusia menjadi empat kelompok :
1.Kebutuhan Ekonomi.
2.Kebutuhan Psikis.
3.Kebutuhan Biologis
4.Kebutuhan Pekerjaan.

Empat macam tujuan :
1.Memenuhi kebutuhan hidup, hasil dari pekerjaan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2.Mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas, adanya lapangan pekerjaan mengurangi pengangguran dan mencegah tindak kejahatan.
3.Melayani sesama, manusia dapat berbuat baik bagi sesama dengan berbuat amal dari penghasilan yang di dapat.
4.Mengontrol gaya hidup, dengan bekerja orang akan mendapatkan rutinitas kegiatan dalam kehidupannya.
3.1 Pengertian Profesi

Bekerja merupakan kegiatan pisik dan pikir yang terintegrasi. Pekerjaan  dapat dibedakan menurut kemampuan (fisik dan intelektual), kelangsungan (sementara dan terus menerus), lingkup (umum dan khusus), tujuan (memperoleh pendapatan dan tanpa pendapatan).
Profesi adalah : Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan

Nilai moral profesi (Franz Magnis Suseno,1975) :

•Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi
•Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
•Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi
3.2 Pengertian Profesional

Profesional adalah Pekerja yang menjalankan profesi.
Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari perbuatan luhur. Dalam melakukan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak.
Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus, dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi

Kelompok profesional merupakan :
kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran — yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi — yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.
Tiga watak kerja seorang Profesional

1.Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil.

2. Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.
3. Kerja seorang profesional — diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral — harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi
3.3 Pengertian Profesionalisme

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan — serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut — untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

Empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan Enggland :

A.Pendekatan berorientasi Filosofis
Pendekatan ini melihat tiga hal pokok :
1)Pendekatan lambang profesional, seperti sertifikat, lisensi, dan akreditasi.
2)Pendekatan sikap individu, layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya.
3)Pendekatan electic, pendekatan ini merupakan pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari bebrbagai sumber, sistem dan pemikiran akademis

B.Pendekatan Perkembangan Bertahap.
Orientasi perkembangan menekankan pada enam langkah :
1)Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.
2)Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
3)Para praktisi akan teroganisasi secara formal pada suatu lembaga yang diakui Pemerintah dan masyarakat sebagai organisasi profesi.
4)Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman.
5)Menentukan kode etik profesi.
6)Revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu.

C.Pendekatan berorientasi Karakteristik.
Delapan Karakteristik pengembangan proses profesional :
1)Kode etik merupakan aturan main dalam menjalankan profesi.
2)Pengetahuan yang teroganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah profesi.
3)Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.
4)Tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi.
5)Sertifikat keahlian yang harus dimiliki.
6)Proses tertentu sebelum menjalankan suatu profesi.
7)Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide diantara anggota.
8)Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan pelanggaran kode etik

D.Pendekatan berorientasi non-tradisional.

Perspektif pendekatan non-tradisional menyatakan seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik dan kebutuhan sebuah profesi

3.4 Pengenalan Profesionalisme Bidang IT

Kopetensi profesionalisme dibidang IT, mencakupi berberapa hal :

1.Keterampilan Pendukung Solusi IT
•Installasi dan Konfigurasi Sistem Operasi (Windows atau Linux)
•Memasang dan Konfigurasi Mail Server, FTP Server dan Web Server
•Menghubungkan Perangkat Keras
•Programming
2.Keterampilan Pengguna IT
•Kemampuan Pengoperasia Perangkat Keras
•Administer dan Konfigurasi Sistem Operasi yang mendukung Network
•Administer Perangkat Keras
•Administer dan Mengelola Network Security

•Administer dan Mengelola Database
•Mengelola Network Security
•Membuat Aplikasi berbasis desktop atau Web dengan multimedia
3.Pengetahuan di Bidang IT
•Pengetahuan dasar Perangkat Keras, memahami organisasi dan arsitektur komputer
•Dasar-dasar telekomunikasi. Mengenal perangkat keras komunikasi data serta memahami prinsip kerjanya
•Bisnis Internet. Mengenal berbagai jenis bisnis Internet.

LATIHAN SOAL PERTEMUAN 3

1. Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggungjawab dengan tujuan memperoleh penghasilan merupakan definisi dari :
     a.  Profesionalisme b. Profesi
     c. Expert d. Profesor

2. Berani berbuat, menyadari sebuah kewajiban dan tetap mengedepankan idealisme merupakan nilai moral yang harus dijunjung tinggi dalam melaksanakan suatu :
     a.  Profesi b. Profesionalisme
     c.   Pekerjaan d. Keahlian

3. Seorang Pekerja yang menjalankan suatu Profesi tertentu disebut dengan
    a.   Profesi b. Profesional
    c.   Profesionalisme d. Profesor

4. Bang Mi’un  yang dalam kesehariannya trampil dan pintar dalam mengayuh becanya, demi menghidupi keluarga merupakan perwujudan dari sebuah :
     a.   Profesi b. Profesionalisme
     c.   Pekerjaan d. Tuntutan

5.   Dibawah ini adalah Tiga Watak kerja seorang Profesional, kecuali :
a.Beritikad merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi   yang digelutinya
b. Dilandasi dengan kemahiran teknis yang berkualitas tinggi
c. Tunduk dan Patuh kepada Instruksi Pimpinan
d. Selalu diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral