Makalah Aliran Sesat

Negara Indonesia menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sesuai dengan keyakinan. (Pasal 29 ayat 2).
Diantara banyaknya agama di Indonesia, islam seringkali menjadi sasaran empuk pelecehan dan penghinaan oleh agama ataupun aliran lain. Sehingga banyak yang menganggap bahwa islam sebagai agama yang dianut umat yang mayoritas telah berbuat semena-mena dan tidak berlaku adil terhadap kelompok minoritas.





Buat yang mau download, silakan klik link dibawah ini :



Noted : Mohon maaf hanya ada file ppt nya saja. Karena tugas ini bukan tugas kelompok saya.

Etika Profesi – Pertemuan 3 – Profesionalisme Kerja (Slide+Soal Latihan)

Manusia dan Kebutuhannya, Abdulkadir Muhammad (2001) mengklasifikasikan kebutuhan
manusia menjadi empat kelompok :
1.Kebutuhan Ekonomi.
2.Kebutuhan Psikis.
3.Kebutuhan Biologis
4.Kebutuhan Pekerjaan.

Empat macam tujuan :
1.Memenuhi kebutuhan hidup, hasil dari pekerjaan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2.Mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas, adanya lapangan pekerjaan mengurangi pengangguran dan mencegah tindak kejahatan.
3.Melayani sesama, manusia dapat berbuat baik bagi sesama dengan berbuat amal dari penghasilan yang di dapat.
4.Mengontrol gaya hidup, dengan bekerja orang akan mendapatkan rutinitas kegiatan dalam kehidupannya.
3.1 Pengertian Profesi

Bekerja merupakan kegiatan pisik dan pikir yang terintegrasi. Pekerjaan  dapat dibedakan menurut kemampuan (fisik dan intelektual), kelangsungan (sementara dan terus menerus), lingkup (umum dan khusus), tujuan (memperoleh pendapatan dan tanpa pendapatan).
Profesi adalah : Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan

Nilai moral profesi (Franz Magnis Suseno,1975) :

•Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi
•Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
•Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi
3.2 Pengertian Profesional

Profesional adalah Pekerja yang menjalankan profesi.
Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari perbuatan luhur. Dalam melakukan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak.
Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus, dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi

Kelompok profesional merupakan :
kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran — yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi — yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.
Tiga watak kerja seorang Profesional

1.Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil.

2. Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.
3. Kerja seorang profesional — diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral — harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi
3.3 Pengertian Profesionalisme

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan — serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut — untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

Empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan Enggland :

A.Pendekatan berorientasi Filosofis
Pendekatan ini melihat tiga hal pokok :
1)Pendekatan lambang profesional, seperti sertifikat, lisensi, dan akreditasi.
2)Pendekatan sikap individu, layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya.
3)Pendekatan electic, pendekatan ini merupakan pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari bebrbagai sumber, sistem dan pemikiran akademis

B.Pendekatan Perkembangan Bertahap.
Orientasi perkembangan menekankan pada enam langkah :
1)Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.
2)Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
3)Para praktisi akan teroganisasi secara formal pada suatu lembaga yang diakui Pemerintah dan masyarakat sebagai organisasi profesi.
4)Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman.
5)Menentukan kode etik profesi.
6)Revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu.

C.Pendekatan berorientasi Karakteristik.
Delapan Karakteristik pengembangan proses profesional :
1)Kode etik merupakan aturan main dalam menjalankan profesi.
2)Pengetahuan yang teroganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah profesi.
3)Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.
4)Tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi.
5)Sertifikat keahlian yang harus dimiliki.
6)Proses tertentu sebelum menjalankan suatu profesi.
7)Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide diantara anggota.
8)Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan pelanggaran kode etik

D.Pendekatan berorientasi non-tradisional.

Perspektif pendekatan non-tradisional menyatakan seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik dan kebutuhan sebuah profesi

3.4 Pengenalan Profesionalisme Bidang IT

Kopetensi profesionalisme dibidang IT, mencakupi berberapa hal :

1.Keterampilan Pendukung Solusi IT
•Installasi dan Konfigurasi Sistem Operasi (Windows atau Linux)
•Memasang dan Konfigurasi Mail Server, FTP Server dan Web Server
•Menghubungkan Perangkat Keras
•Programming
2.Keterampilan Pengguna IT
•Kemampuan Pengoperasia Perangkat Keras
•Administer dan Konfigurasi Sistem Operasi yang mendukung Network
•Administer Perangkat Keras
•Administer dan Mengelola Network Security

•Administer dan Mengelola Database
•Mengelola Network Security
•Membuat Aplikasi berbasis desktop atau Web dengan multimedia
3.Pengetahuan di Bidang IT
•Pengetahuan dasar Perangkat Keras, memahami organisasi dan arsitektur komputer
•Dasar-dasar telekomunikasi. Mengenal perangkat keras komunikasi data serta memahami prinsip kerjanya
•Bisnis Internet. Mengenal berbagai jenis bisnis Internet.

LATIHAN SOAL PERTEMUAN 3

1. Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggungjawab dengan tujuan memperoleh penghasilan merupakan definisi dari :
     a.  Profesionalisme b. Profesi
     c. Expert d. Profesor

2. Berani berbuat, menyadari sebuah kewajiban dan tetap mengedepankan idealisme merupakan nilai moral yang harus dijunjung tinggi dalam melaksanakan suatu :
     a.  Profesi b. Profesionalisme
     c.   Pekerjaan d. Keahlian

3. Seorang Pekerja yang menjalankan suatu Profesi tertentu disebut dengan
    a.   Profesi b. Profesional
    c.   Profesionalisme d. Profesor

4. Bang Mi’un  yang dalam kesehariannya trampil dan pintar dalam mengayuh becanya, demi menghidupi keluarga merupakan perwujudan dari sebuah :
     a.   Profesi b. Profesionalisme
     c.   Pekerjaan d. Tuntutan

5.   Dibawah ini adalah Tiga Watak kerja seorang Profesional, kecuali :
a.Beritikad merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi   yang digelutinya
b. Dilandasi dengan kemahiran teknis yang berkualitas tinggi
c. Tunduk dan Patuh kepada Instruksi Pimpinan
d. Selalu diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral

Akuntansi Biaya – Modul dan Rangkuman Tambahan

Weeeewww…baru sadar klo rangkumanku tentang akuntansi biaya kurang banget…hahaha, maklum, ga terlalu suka sama mata kuliah yang ini. Hm, okelah…ditunggu saja, nanti coba dicarikan materi lainnya, kalau sempat dan kalau ingat, segera saya update…hahahaha ^^
Akuntansi Biaya – Pertemuan 1

Akuntansi Biaya – Pertemuan 2

Akuntansi Biaya – Pertemuan 3

Akuntansi Biaya – Pertemuan 4

Akuntansi Biaya – Pertemuan 5

Akuntansi Biaya – Pertemuan 6

Akuntansi Biaya – Pertemuan 9

Akuntansi Biaya – Pertemuan 10

Akuntansi Biaya – Pertemuan 11

Akuntansi Biaya – Pertemuan 12

Akuntansi Biaya – Pertemuan 13

Akuntansi Biaya – Pertemuan 14

APSI – Soal Latihan Pertemuan 1-14

Wew…sory baru sempat update, lagi backup data-data kuliah…ini soal-soal latihan APSI pertemuan 1 sampai dengan pertemuan 14. Moga bermanfaat ^^

Soal Latihan Pertemuan 1

Soal Latihan Pertemuan 2

Soal Latihan Pertemuan 3

Soal Latihan Pertemuan 4

Soal Latihan Pertemuan 5

Soal Latihan Pertemuan 6

Soal Latihan Pertemuan 9

Soal Latihan Pertemuan 10

Soal Latihan Pertemuan 11

Soal Latihan Pertemuan 12

Soal Latihan Pertemuan 13

Soal Latihan Pertemuan 14

Wkwkwkw…..maap ya bolong2…alias ga lengkap…pelajaran ini masuk jam 5 sih…jadi sering ga keburu dari kantor…:P