Etika Profesi – Pertemuan 3 – Profesionalisme Kerja (Slide+Soal Latihan)

Manusia dan Kebutuhannya, Abdulkadir Muhammad (2001) mengklasifikasikan kebutuhan
manusia menjadi empat kelompok :
1.Kebutuhan Ekonomi.
2.Kebutuhan Psikis.
3.Kebutuhan Biologis
4.Kebutuhan Pekerjaan.

Empat macam tujuan :
1.Memenuhi kebutuhan hidup, hasil dari pekerjaan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
2.Mengurangi tingkat pengangguran dan kriminalitas, adanya lapangan pekerjaan mengurangi pengangguran dan mencegah tindak kejahatan.
3.Melayani sesama, manusia dapat berbuat baik bagi sesama dengan berbuat amal dari penghasilan yang di dapat.
4.Mengontrol gaya hidup, dengan bekerja orang akan mendapatkan rutinitas kegiatan dalam kehidupannya.
3.1 Pengertian Profesi

Bekerja merupakan kegiatan pisik dan pikir yang terintegrasi. Pekerjaan  dapat dibedakan menurut kemampuan (fisik dan intelektual), kelangsungan (sementara dan terus menerus), lingkup (umum dan khusus), tujuan (memperoleh pendapatan dan tanpa pendapatan).
Profesi adalah : Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan

Nilai moral profesi (Franz Magnis Suseno,1975) :

•Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi
•Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
•Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi
3.2 Pengertian Profesional

Profesional adalah Pekerja yang menjalankan profesi.
Setiap profesional berpegang pada nilai moral yang mengarahkan dan mendasari perbuatan luhur. Dalam melakukan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak.
Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus, dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Hal ini perlu ditekankan benar untuk membedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi

Kelompok profesional merupakan :
kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran — yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi — yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri.
Tiga watak kerja seorang Profesional

1.Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil.

2. Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.
3. Kerja seorang profesional — diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral — harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi
3.3 Pengertian Profesionalisme

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan — serta ikrar (fateri/profiteri) untuk menerima panggilan tersebut — untuk dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan ditengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

Empat prespektif dalam mengukur profesionalisme menurut Gilley dan Enggland :

A.Pendekatan berorientasi Filosofis
Pendekatan ini melihat tiga hal pokok :
1)Pendekatan lambang profesional, seperti sertifikat, lisensi, dan akreditasi.
2)Pendekatan sikap individu, layanan individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi penggunanya.
3)Pendekatan electic, pendekatan ini merupakan pendekatan yang menggunakan prosedur, teknik, metode dan konsep dari bebrbagai sumber, sistem dan pemikiran akademis

B.Pendekatan Perkembangan Bertahap.
Orientasi perkembangan menekankan pada enam langkah :
1)Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap suatu profesi.
2)Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
3)Para praktisi akan teroganisasi secara formal pada suatu lembaga yang diakui Pemerintah dan masyarakat sebagai organisasi profesi.
4)Membuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan pengalaman.
5)Menentukan kode etik profesi.
6)Revisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu.

C.Pendekatan berorientasi Karakteristik.
Delapan Karakteristik pengembangan proses profesional :
1)Kode etik merupakan aturan main dalam menjalankan profesi.
2)Pengetahuan yang teroganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah profesi.
3)Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.
4)Tingkat pendidikan minimal dari sebuah profesi.
5)Sertifikat keahlian yang harus dimiliki.
6)Proses tertentu sebelum menjalankan suatu profesi.
7)Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide diantara anggota.
8)Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan pelanggaran kode etik

D.Pendekatan berorientasi non-tradisional.

Perspektif pendekatan non-tradisional menyatakan seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan mampu melihat dan merumuskan karakteristik dan kebutuhan sebuah profesi

3.4 Pengenalan Profesionalisme Bidang IT

Kopetensi profesionalisme dibidang IT, mencakupi berberapa hal :

1.Keterampilan Pendukung Solusi IT
•Installasi dan Konfigurasi Sistem Operasi (Windows atau Linux)
•Memasang dan Konfigurasi Mail Server, FTP Server dan Web Server
•Menghubungkan Perangkat Keras
•Programming
2.Keterampilan Pengguna IT
•Kemampuan Pengoperasia Perangkat Keras
•Administer dan Konfigurasi Sistem Operasi yang mendukung Network
•Administer Perangkat Keras
•Administer dan Mengelola Network Security

•Administer dan Mengelola Database
•Mengelola Network Security
•Membuat Aplikasi berbasis desktop atau Web dengan multimedia
3.Pengetahuan di Bidang IT
•Pengetahuan dasar Perangkat Keras, memahami organisasi dan arsitektur komputer
•Dasar-dasar telekomunikasi. Mengenal perangkat keras komunikasi data serta memahami prinsip kerjanya
•Bisnis Internet. Mengenal berbagai jenis bisnis Internet.

LATIHAN SOAL PERTEMUAN 3

1. Pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggungjawab dengan tujuan memperoleh penghasilan merupakan definisi dari :
     a.  Profesionalisme b. Profesi
     c. Expert d. Profesor

2. Berani berbuat, menyadari sebuah kewajiban dan tetap mengedepankan idealisme merupakan nilai moral yang harus dijunjung tinggi dalam melaksanakan suatu :
     a.  Profesi b. Profesionalisme
     c.   Pekerjaan d. Keahlian

3. Seorang Pekerja yang menjalankan suatu Profesi tertentu disebut dengan
    a.   Profesi b. Profesional
    c.   Profesionalisme d. Profesor

4. Bang Mi’un  yang dalam kesehariannya trampil dan pintar dalam mengayuh becanya, demi menghidupi keluarga merupakan perwujudan dari sebuah :
     a.   Profesi b. Profesionalisme
     c.   Pekerjaan d. Tuntutan

5.   Dibawah ini adalah Tiga Watak kerja seorang Profesional, kecuali :
a.Beritikad merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi   yang digelutinya
b. Dilandasi dengan kemahiran teknis yang berkualitas tinggi
c. Tunduk dan Patuh kepada Instruksi Pimpinan
d. Selalu diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral

Etika Profesi (572) – Modul Kuliah

Kadang website BSI suka error ataupu loadingnya lama, jadi yang mau download modul kuliah Etika Profesi, dari sini juga bisa, met download ya…^_^

Pertemuan 1 – Tinjauan Umum Etika Profesi
Pertemuan 2 – Etika Profesi
Pertemuan 3 – Profesionalisme Kerja
Pertemuan 4 – Profesionalisme Kerja Bidang IT
Pertemuan 5 – Kebijakan Kode Etik Bidang IT
Pertemuan 6 – Jenis Pelanggaran Kode Etik Bidang IT
Pertemuan 9 – Aspek Tinjauan Pelanggaran Kode Etik Profesi IT
Pertemuan 10 – Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi IT
Pertemuan 11 – Cyber Law
Pertemuan 12 – Etika Berinternet

Behind the Scene Presentasion “Aspek Tinjauan Pelanggaran Etika Profesi”

Etika Profesi?Sekilas denger judul mata kuliah tersebut bikin aku dah males, abis ppkn banget, isinya pasti tentang aturan dan norma-norma. Bener abis…

Beberapa pertemuan dijalani dengan booring, tapi setelah itu ada tugas menanti, ups..presentasi lagi, dan bagian kelompokku…”Aspek Tinjauan Pelanggaran Etika Profesi”pokok bahasan yang benar-benar membosankan, penuh dengan bualan-bualan, untuk aku dan temen2ku biasa membual, hehehe ^_^V

Browsing-browsing, tanya-tanya sama mbah google, yang ada kecewa berat bro…isinya sama semua sama dislide, kayanya tuh mbah google isinya slide BSI semua, yo weslah, berhubung waktu juga udah mepet, akhirnya kami presentasi dengan ilmu yang ada, dan sekarang otak kami berpikir, bagaimana biar presentasi kami ga booring? So jadilah kami ambil tema “FACEBOOK” untuk slide presentasi kami. Berikut sedikit ulasan tentang materi “Aspek Tinjauan Pelanggaran Etika Profesi”

1. Aspek Teknologi

Semua teknologi adalah pedang bermata dua, ia dapat digunakan untuk tujuan baik dan jahat. Contoh teknologi nuklir dapat memberikan sumber energi tetapi nuklir juga bisa menghancurkan kota hirosima. Seperti halnya juga teknologi komputer, orang yang sudah memiliki keahlian dibidang komputer bisa membuat teknologi yang bermanfaat tetapi tidak jarang yang melakukan “kejahatan”

2. Aspek Hukum

Hukum untuk mengatur aktivitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan maya antara, masih menjadi perdebatan. Ada dua pandangan mengenai hal tersebut :
• Karakteristik aktivitas di Internet yang bersifat lintas-batas, sehingga tidak lagi tunduk pada batasan-batasan teritorial.
• Sistem hukum tradisional (the existing law) yang justru bertumpu pada batasan-batasan teritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalan-persoalan hukum yang muncul akibat aktivitas di Internet

Dilema yang dihadapi oleh hukum tradisional dalam menghadapi fenomena cyberspace ini merupakan alasan utama perlunya membentuk satu regulasi yang cukup akomodatif  terhadap fenomena-fenomena baru yang muncul akibat pemanfaatan Internet. Aturan hukum yang akan dibentuk itu harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hukum (the legal needs) para pihak yang terlibat didalam traksaksi-transaksi lewat Internet

Hm, lebih lengkapnya, download slide nya ada bro…^_^Untuk download slide BSI silakan klik Download Slide
Nah, buat yang pengen liat contoh presentasi kelompok aku…silakan Download Presentasi