Arti Penting dari Sebuah Nama

Jadi kepikiran buat cari tau, seberapa penting kah arti nama seseorang, gara-gara di kantor ada kejadian, anak teman kantorku sering sakit-sakitan dan didalam namanya, ada kata “aridh”, sedangkan dalam bahasa arab kata “maridh” artinya adalah “sakit”. Dikhawatirkan nama itu berperngaruh pada kondisi fisik seseorang. Hm…percaya ga percaya, akhirnya terjadilan obrolan tentang pentingnya dan arti nama serta pengaruh nama itu sendiri ke orang lain. Tapi berhubung yg ngobrol bukan orang muslim semua, tapi ada non muslimnya, maka terjadilah ketidak cocokan pendapat karena keperrcayaan masing-masing. Ya sudahlah, obrolan dihentikan, daripada terjadi ketegangan SARA. Tapi karena ga puas, akhirnya aku cari sendiri dech…searching mbah google 🙂

Dari sebuah blog, sebut saja BLOGNYA UMISYIFA, aku coba mencerna baik-baik tulisannya, berikut kutipannya :

Berbicara soal nama, Islam telah menganjurkan untuk memberikan nama-nama untuk bayi berupa nama-nama yang baik, indah, dan bermakna. Dalam hal ini, ayahlah yang berkewajiban untuk memberikan nama yang baik untuk anaknya. Bahkan, jika nama yang diberikan tidak baik, hadits menganjurkan untuk mengganti nama-nama yang buruk menjadi nama yang baik.

Dari Aisyah diriwayatkan bahwa dia berkata, “Rasulullah pernah mengganti nama yang buruk menjadi nama yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Hakikat sebuah nama, menurut Bakr Abdullah Abu Zaid dalam bukunya “Nama Terbaik Untuk Buah Hati”, adalah tanda pengenal dan simbol baginya yang membuatnya bisa dibedakan dari lainnya karena kemuliaannya sebagai manusia muslim. Beliaupun menegaskan arti penting sebuah nama, yaitu bahwa:

Nama adalah tanda bagi yang diberi nama itu. Jika sebuah buku dibaca dari judulnya, maka keyakinan dan arah kehidupan seorang bayi dibaca dari namanya. Bahkan juga dibaca dari keyakinan orang yang memilihkan nama untuknya dan jarak pandang mata batinnya serta konsepsinya.

Membaca buku tersebut seperti memberikan petuah yang lengkap kepada kita tentang arti penting sebuah nama, sehingga kita dapat memilihkan nama-nama yang terbaik untuk buah hati kita. Dalam penjelasan buku tersebut (setelah menguraikan esensi sebuah nama), ada dua syarat yang harus dipenuhi agar nama yang diberikan dapat sesuai dengan syariat, yaitu:

  1. Berbahasa Arab, sehingga mengecualikan semua nama yang ‘ajam (non Arab), nama adopsi, dan nama asing yang telah masuk ke bahasa Arab.
  2. Bentuk nama itu baik, menurut kata maupun artinya dalam pandangan-pandangan etimologi maupun terminologi agama.
Dengan syarat tersebut, maka akan mengecualikan setiap nama yang diharamkan atau dimakruhkan, baik kata, arti, maupun kedua-duanya. Lalu yang tidak kalah penting adalah tata cara pemberian nama itu sendiri, yaitu:
  1. Berusaha untuk memilih nama yang paling terpuji
  2. Sebisa mungkin meminimalisir jumlah huruf
  3. Memperhatikan kemudahan dalam mengucapkannya
  4. Memperhatikan nama yang mudah didengar oleh orang lain
  5. Memperhatikan aspek kesesuaian, sehingga nama tersebut tidak keluar dari nama-nama yang sesuai untuk kelas, agama, dan derajatnya.

Hmmmm, kesimpulannya : Berilah nama yang baik untuk keturunan kita, berharap agar anak tersebut menjadi orang yang baik pula :). Tidak ada salahnya, kita memberikan nama “Muhammad” pada anak kita, walaupun nanti kenyataannya dia memiliki perilaku “yang tidak terpuji”, padahal arti dari “muhammad” itu sendiri adalah “terpuji”, suatu saat dia akan menyadarinya dan akan menjadi “terpuji” amiiin :). Jangan takut memberikan nama misal “wijaya” walau akhirnya nanti dia “kere”, nama itu akan memberikan motivasi buat dia untuk menuju “wijaya” sesuai dengan namanya. Intinya…nama yg baik dan nama yang indah dapat memotivasi kita untuk menuju lebih baik lagi. 🙂

Hm, ngemeng-ngemeng….saya punya nama “AYU PERWITASARI”, pasti pembaca belum tahukan arti nama saya…:)hehehe, ga penting sih…tapi share saja lah…

Nama aku semua berasal dari bahasa jawa. “Ayu” artinya “cantik” dan “Perwitasari” artinya “Sinau” atau dalam bahasa indonesianya artinya “belajar”. Hm…kok bisa? Buat kalian yang suka baca buku, coba dech baca buku “Mahabarata”, buku ini menceritakan kisah Pandawa dan Kurawa. Dibuku itu ada sebuah kisah yang menceritakan “Dewa Ruci” memberikan “Banyu Tirta Perwitasari” kepada salah satu anggota Pandawa. Dewa Ruci dalam pewayangan adalah dewa ilmu pengetahuan. dan “banyu tirta perwitasari” itu dilambangkan sebagai air yang memiliki banyak pengetahuan. dan barang siapa meminum air tersebut, maka hidupnya akan dilimpahkan banyak ilmu pengetahuan.

Hahaha, Jawir banget ya namaku…tapi its oke lah…Aku ga tau nama itu berpengaruh banyak atau tidak dalam pribadi ku. Tapi yang aku tau, aku suka belajar, kalau diberi kesempatan untuk terus belajar, aku ga akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Okey guys, semoga bermanfaat ya 🙂

Iklan
By dunianyasiayu Posted in Diary

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s